DILAKSANAKAN SECARA MULTIYEAR

Pembangunan fisik RSUD Wates hingga akhir tahun 2018 sudah mencapai 46 persen, melebihi dari yang ditargetkan sebesar 44 persen. Dalam mendukung operasional sudah dilakukan pengadaan alat kesehatan sebesar Rp 31 miliar yang berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Pengembangan RSUD Wates ini diarahkan menjadi salah satu rumah sakit daerah berstandar internasional.

Bupati Kulonprogo dr H Hasto Wardoyo, SpOG(K) mengatakan hal itu saat membacakan executive summary pada penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Kulonprogo tahun 2108 dalam Rapat Paripurna (Rapur) DPRD, Senin (11/3) siang di gedung Dewan setempat.

Rapur dipimpin Ketua DPRD Akhid Nuryati SE, diikuti segenap anggota dan dihadiri Wabup Drs H Sutedjo, Forkompimda serta kepala OPD di lingkungan pemkab.

Dikatakan Hasto, pembangunan dilaksanakan secara multiyear dari tahun 2018 hingga 2020, dengan total biaya sebesar Rp 258 miliar. Itu baru biaya untuk bangunan fisiknya, sedangkan bila dengan peralatannya membutuhkan sekitar Rp 508 miliar.

“Pembangunan RSUD Wates tidak boleh mangkrak atau terhenti prosesnya. Jika pembangunan selesai pada Desember 2020, maka Januari 2021 harus bisa difungsikan. Sebab keberadaan rumah sakit tipe B sangat dibutuhkan masyarakat,” tuturnya.

Hasto memaparkan pula, untuk pengembangan Puskesmas saat ini, 21 Puskesmas yang ada di Kulonprogo telah menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (PPK BLUD). Semuanya telah terakreditasi oleh Komisi Akreditasi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).

“Setiap Puskesmas bisa mengangkat dokter, bidan, perawat maupun tenaga lain serta membeli obat sendiri yang dibutuhkan guna mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat,” jelasnya Hasto.

LKPJ yang disampaikan oleh bupati, dikatakan Akhid Nuryati, selanjutnya akan dilakukan pembahasan oleh DPRD. “Hasil pembahasan nanti akan disampaikan dalam bentuk rekomendasi DPRD terhadap LKPJ bupati pada awal April mendatang,” ujar Akhid.

Selengkapnya: Tautan