DAMPAK KEKERINGAN DI DIY CUKUP PARAH

Pemda DIY mempersilakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) yang terdainpak kekeringan seperti Kulonprogo dan Gunung- kidul untuk mengoptimalkan dan mempergunakan anggaran tidak ter- duga atau dana darurat masing-masing. Pemkab/Pemkot memiliki dana darurat yang bisa dikeluarkan apabila status tanggap darurat telah dikelu­arkan oleh bupati/walikota setempat yang terdampak bencana.

Gubemur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X me- ngatakan, secara prinsip Pemkab maupun Pemkot di DIY mempunyai dana daru­rat untuk menangani dam- pak bencana seperti keke­ringan, banjir dan seba- gainya. Salah satunya ang­garan bisa dipergunakan untuk droping air bersih kepada warga terdampak kekeringan. Apabila dana darurat di kabupaten/kota tersebut habis, maka dimungkinkan untuk meng- ajukan usulan dana darurat kepada Pemda DIY.

“Jika habis, mereka pasti minta tetapi sampai seka- rang mereka belum memin- ta berarti kabupaten masih punya anggaran. Terlebih masih ada sisa waktu tiga bulan sebelum akhir tahun, sehingga tidak mungkin ki- ta menghabiskan dana darurat sekarang, karena untuk berjaga-jaga,” tutur Sultan HB X di Yogyakarta, Jumat(13/9).

Sultan menyampaikan se-lama anggaran darurat yang dimiliki Pemkab/Pem­kot masih mencukupi untuk penanggulangan bencana kekeringan di daerah ma­sing-masing maka tidak per- lu mengajukan ke Pemda DIY. Apabila Pemkab/- Pemkot tidak meminta anggaran darurat kepada Pemda DIY artinya dana yang mereka miliki masih sangat mencukupi.

“Pemkab bisa menggu- nakan anggaran tidak ter- duga tersebut kalau me- mang benar-benar dibu- tuhkan dengan persyaratan memenuhi administrasi. Mekanisme dana darurat sangat dimungkinkan apa­bila Pemkab sudah mene- tapkan status tanggap daru­rat terhadap suatu bencana, seperti kekeringan dan se- bagainya,” tandas Sekda DIY Gatot Saptadi.

Gatot menuturkan, jika alokasi bantuan mobil tang- ki air bersih dari Dinas Sosial (Dinsos) DIYsudah habis, maka Pemkab bisa mengoptimalkan bantuan pihak swasta melalui skema Corporate Social Responsi­bility (CSR). Namun dirinya berharap kekeringan ini segera berakhir paling tidak dalam dua. tyingga tiga minggu ke depan.

“Untuk back up adminis­trasi digunakan anggaran darurat tersebut, mengingat setiap kabupaten/kota sudah mempunyai pos anggaran tidak terduga masing-ma­sing. Musim kemarau ini di- pandang akan segera ber­akhir dalam dua hingga tiga minggu ke depan, maka se- mua potensi yang ada harus dikerahkan,” jelasnya.

Pihaknya juga telah berk- oordinasi dengan Pemkab/- Pemkot yang terdampak ben­cana kekeringan tersebut, terutama kesiapan anggaran apabila menghadapi musim kemarau panjang.

(Sumber berita: Kedaulatan Rakyat, 14/09/2019, hal: 19)

Selengkapnya: Tautan