KINERJA PEMKOT

Sebanyak tiga paket proyek Pemerintah Kota (Pemkot Jogja) gagal lelang. Total nilai ketiga paket yang gagal lelang itu mencapai lebih dari Rpl,9 miliar.

Lugas Subarkah

lugas@harianjoqja.com

  • Proyek Pemkot yang gagal lelang semuanya adalah proyek konstruksi.
  • Hingga triwulan 111/2019, Pemkot Jogja menyelesaikan lelang 160 paket.

Kepala Badan Layanan Pengadaan (BLP) Kota Jogja, Sukadarisman, mengatakan hingga triwulan HIII/2019, Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja telah menyelesaikan lelang sebanyak 160 paket. Jumlah tersebut belum memenuhi total paket pekerjaan dengan tender dengan sumber APBD murni Pemkot yang direncanakan yakni 179 paket.

“Karena masih ada 10 paket yang proses lelang, tiga paket urung dilelang, tiga paket gagal lelang, dan tiga paket lainnya dalam proses pelimpahan dari oiganisasi perangkat daerah (OPD) ke BLP,” kata dia kepada Harian Jogja, Kamis (10/10).

Ketiga paket proyek yang gagal lelang tersebut, semuanya merupakan proyek pengerjaan konstruksi dengan nilai pagu mencapai total lebih dari Rp 1,9 miliar.

Terkait dengan adanya beberapa paket pengerjaan yang masih dalam proses, dengan waktu yang tersisa sampai akhir taliun ini menurutnya masih memungkinkan untuk selesai tepat waktu. Semua paket tersisa diakui dia merupakan pengadaan barang, sehingga tidak memerlukan waktu pengerjaan lama.

Dia menjelaskan, pada paket pengadaan barang, jika proses lelang sudah selesai maka hanya memerlukan waktu lima sampai 10 hari untuk menyelesaikan pekerjaan. “Sedangkan untuk paket pengerjaan konstruksi kata dia saat ini sudah selesai semua,” ucap Sukadarisman.

Putus Kontrak

Dari sejumlah paket pengerjaan konstruksi, ada satu yang akan batal pengerjaannya dan kemungkinan besar putus kontrak dengan pemenang tender, yakni paket Perbaikan Saluran Air Hujan (SAH) Supomo dan sekitarnya yang pengerjaannya sudah dimulai di Jalan Babaran.

Seperti diketahui, proyek Supomo SC tersandung dugaan kasus suap dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK pada pertengahan Agustus lalu. Saat ini kontraktor menjalani proses hukum dan jika sudah diputuskan sebagai terpidana maka status kontrak akan diputus.

Setda Kota Jogja Wahyu Handoyo, menjelaskan tahun ini dari 51 OPD, ada 674 kegiatan yang terdiri dari fisik dan keuangan. Sampai akhir September lalu, kata dia, realisasi kegiatan fisik baru mencapai 60,99%, sedangkan keuangan sebesar 39,99%. Kabag Pengendalian dan Pembangunan

“Di triwulan III/2019 biasanya akan dikebut, karena sebelum pergantian tahun harus selesai. Nanti akhir tahun biasanya sudah 100 persen semua,” ujarnya.

LELANG PROYEK DI JOGJA

1. Pengembangan akuarium Taman Pintar.

Jenis proyek                             : Konstruksi.   

Nilai pagu                                : Rp800 juta.  

2. Pembangunan sambungan rumah dan saluran pembawa Kelurahan Klitren.

Jenis proyek                             : Konstruksi.

Nilai pagu                                : Rp888 juta.

3. Pembangunan pagar Embung Giwangan

Jenis proyek                            : Konstruksi.

Nilai pagu                                : Rp300 juta.

PAKET DENGAN NILAI TERBESAR

  1. Pembangunan Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Jenis proyek                            : Konstruksi

Nilai pagu                               : Rp29,1 miliar.

2. Penataan pedestrian Jalan Jenderal Sudirman.

Jenis proyek                            : Konstruksi

Jenis proyek                            : Rpl2,4 miliar.

3. Perbaikan SAH Supomo

Jenis proyek                            : Konstruksi

Nilai pagu                                : Rp8,3 miliar

4. Jenis Paket Lelang Terbanyak

  1. Konstruksi                           : 107 paket.
  2. Pengadaan jasa lain             : 28 paket.
  3. Pengadaan barang               : 25 paket.
  4. Jasa konsultan                     : 19 paket.

(Sumber berita: Harian Jogja, 11/10/2019, hal: 14)

Selengkapnya: Tautan