Upacara 17 agustus memiliki makna yang sangat mendalam pada setiap pelaksanaannya. Selain memiliki sejarah yang sangat kuat dan tidak boleh dilupakan oleh setiap warga negara Indonesia, upacara 17 agustus juga untuk menghormati dan mengenang jasa para pahlawan yang gugur demi  rakyat Indonesia,  menumbuhkan dan meningkatkan sifat nasionalisme.

Badan Pemeriksa Keuangan Perwakilan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta pada hari Kemerdekaan tersebut mengadakan upacara peringatan HUT RI ke 72. Selaku pembina upacara Kepala Perwakilan, Yusnadewi. Dalam kesempatan tersebut pembina upacara membacakan sambutan Ketua BPK RI “ Di usia negara kita yang ke-72 ini, kita dihadapkan pada berbagai tantangan yang tidak ringan. Oleh karena itu, kita harus memanfaatkan momentum kemerdekaan kali ini dengan meneladani perjuangan para pahlawan, sekaligus mengisi kemerdekaan melalui pelaksanaan tugas kita di BPK. BPK sebagai salah satu lembaga negara harus mengambil peran strategis untuk mengisi kemerdekaan ini. Peran tersebut diwujudkan melalui Visi BPK dalam Rencana Strategis 2016-2020, yaitu sebagai pendorong pengelolaan keuangan negara untuk mencapai tujuan bernegara melalui pemeriksaan yang berkualitas dan bermanfaat. Kita patut bersyukur atas capaian BPK pada akhir-akhir ini. Laporan keuangan BPK Tahun 2016 memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), dan akuntabilitas kinerja BPK merupakan salah satu yang terbaik di Indonesia dengan predikat A dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Perbaikan kualitas akuntabilitas pemerintah pusat dan daerah saat ini juga tidak lepas dari peran BPK melalui rekomendasi terkait pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara. Di dunia internasional, BPK dipercaya kembali memimpin Kelompok Kerja Pemeriksaan Lingkungan Organisasi Lembaga Pemeriksa sedunia (INTOSAI) perode 2017-2019. Selain itu, BPK menjadi pemeriksa eksternal Laporan Keuangan Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) periode 2016-2017 yang diperpanjang sampai dengan tahun 2022. BPK juga ditetapkan sebagai Sekretariat ASEANSAI untuk periode 2018 – 2023.”

Dalam upacara 17 Agustus 2017 tersebut dilakukan juga penyerahan Satya Lencana XX tahun kepada Bambang Purwedi Sugihartono dan Teguh Srihasto, sedangkan Satya Lencana X diberikan kepada Rahmadi Haryo Pamungkas dan  Hapsari Tri Bhuwana Sri Bagio.