BPK GOES TO CAMPUS: Anggota VII BPK tawarkan Pilar Bernegara ke-5!!

23/09/2014 – 09:50

DSC_9295Selasa, 23 September 2014 Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) adakan acara BPK Goes to Campus di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Kegiatan yang dilaksanakan di auditorium Gedung Pasca Sarjana Fakultas Fisipol ini menghadirkan narasumber Anggota VII BPK, Bahrullah Akbar dan Direktur Utama PT Bank Mandiri, Budi Gunadi Sadikin. BPK Goes to Campus kali ini mengangkat tema Fungsi Pengawasan Keuangan Negara.

Di awal pemaparannya, Anggota VII BPK menyampaikan bahwa empat pilar kebangsaan belum cukup untuk membuat negara ini makmur dan sejahtera. Lebih lanjut ia menawarkan satu pilar lagi yaitu kekuatan ekonomi gotong royong. “Empat pilar kebangsaan perlu ditambah pilar ekonomi gotong royong demi terwujudnya bangsa yang makmur dan sejahtera” demikian tegasnya. Satu pilar tambahan tersebut akan terbangun dari sinergi dan kebersamaan antara Swasta, BUMN, dan Koperasi.

Bahrullah Akbar juga menyampaikan bahwa BPK yang terdiri dari 9 anggota, bertugas untuk mendorong transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dan tanggungjawab keuangan negara sesuai dengan kewenangannya. “BPK tidak bertugas “menangkap” koruptor, namun BPK lebih berperan dalam mencegah terjadinya tindak pidana korupsi (tipikor)” begitu ungkapnya. Namun demikian, jika dalam tugas pemeriksaan tersebut auditor BPK menemukan indikasi tipikor maka akan dilaporkan ke pihak terkait sesuai dengan mekanisme yang ditetapkan.

Sementara itu Dirut Bank Mandiri menyampaikan materi transformasi organisasi berbasis Good Corporate Governance: Peningkatan kinerja dan daya saing secara berkelanjutan. Transaksi non tunai akan mendorong terciptanya transparansi pengelolaan keuangan negara. Di sisi lain biaya untuk penyimpanan uang, pengiriman uang, pengamanan uang sangat besar. Ia juga berharap bahwa BPK benar-benar akan independent dan profesional. “Semoga dengan terpilihnya lima anggota BPK yang baru, akan semakin meningkatkan independensi dan profesionalisme BPK” demikian harapnya. Teknologi juga dapat mendorong adan check n balance atas kinerja suatu program, ia mencontohkan Walikota Bandung, Ridwan Kamil yang emanfaatkan twitter untuk memantau pembangunan di wilayahnya.

Turut hadir dalam acara tersebut adalah Auditor Utama Keuangan Negara VII dan para pejabat struktural di lingkungan BPK dan BPK Perwakilan Provinsi DIY, serta mahasiwa Pasca Sarjana Fakultas Ilmu sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) UGM. Pada sesi tanya jawab para mahasiswa begitu antusias dengan mengajukan berbagai pertanyaan seputar tugas dan fungsi BPK sebagai lembaga pemeriksa pengelolaan keuangan negara, opini laporan keuangan pemerintah daerah, hingga terkait dengan kerugian negara/daerah.