UPACARA HUT KE 67 BPK

28/01/2014 – 12:04

DSC_4798 Selasa (28 Januari 2014) seluruh pegawai BPK RI dari Perwakilan Nangroe Aceh Darussalam sampai Perwakilan Papua menyelenggarakan upacara peringatan HUT ke 67 BPK, tak terkecuali di Perwakilan Provinsi DIY. Pagi itu di ruang auditorium perwakilan, dengan khidmat seluruh pegawai mengikuti acara demi acara yang dipimpin oleh Krisnanto Adi Nugroho dan Kepala Perwakilan, Sunarto sebagai Inspektur Upacara. Dalam sambutannya, Sunarto membacakan Pidato Ketua BPK mengenai keberhasilan BPK dalam menyelenggarakan kegiatan di tingkat nasional dan internasional. Sebagai contoh, acara nasional yang baru saja dilaksanakan pada tanggal 22 Januari yang lalu yaitu, penandatanganan Komitmen Bersama Peningkatan Akuntabilitas Keuangan Negara oleh BPK RI, Kementerian Perekonomian, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian PAN dan Reformasi Birokrasi, Kementerian BUMN, KPK, dan UKP4 di Auditorium Tower BPK RI”. “Sedangkan dalam tingkat internasional, BPK berhasil menyelenggarakan Simposium ASEANSAI dengan tema ”Peningkatan Akuntabilitas’’di Jakarta”, lanjut Sunarto.

Saat ini, BPK telah memiliki pusat data keuangan negara atau pusat data BPK yang dibentuk dengan menghubungkan secara online dan real time antara data BPK dengan data entitas. Pusat data tersebut dimanfaatkan dalam pemeriksaan secara elektronis/e-audit. Dengan pusat data tersebut, BPK bisa memonitor transaksi keuangan negara sehingga setiap saat BPK ada di mana-mana, dan di mana-mana ada BPK.

Prestasi yang telah di raih BPK baik di bidang pemeriksaan maupun non-pemeriksaan yang patut dibanggakan antara lain:

  1. BPK berhasil mendorong peningkatan kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. Sejak tahun buku 2009, LKPP sudah memperoleh opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP) setelah sebelumnya selalu disclaimer. Pada tahun buku 2012, dari 92 Laporan Keuangan Kementerian dan Lembaga (LKKL) sebanyak 68 atau 74% sudah Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Sedangkan LKPD dari sebanyak 415 yang diperiksa, sebanyak 113 atau 23% sudah WTP;
  2. Dalam pemeriksaan kinerja, BPK terus meningkatkan kualitas dan jumlah pemeriksaan kinerja. Jumlah objek pemeriksaan kinerja pada tahun 2012 sebanyak 168 objek, jauh meningkat dibandingkan tahun 2009 sebanyak 84 objek pemeriksaan;
  3. Dalam pemeriksaan dengan tujuan tertentu, BPK banyak menemukan kasus terkait pengadaan barang dan jasa, perjalanan dinas, bantuan sosial, jamkesmas, pelaksanaan ujian nasional, dan sebagainya. Contoh PDTT yang banyak mendapat perhatian adalah pemeriksaan investigatif atas PT Bank Century dan pemeriksaan investigatif atas Proyek Hambalang, dimana perhitungan kerugian negara dan fakta yang diungkapkan dalam LHP BPK menjadi rujukan utama para penegak hukum dalam menangani kasus tersebut;
  4. Dari pemeriksaan tahun 2009-2012 BPK telah berhasil menyelamatkan keuangan negara sebesar Rp33,88 triliun;
  5. Laporan Keuangan BPK yang diperiksa Kantor Akuntan Publik yang ditunjuk DPR secara terus-menerus memperoleh opini WTP;
  6. Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) BPK Tahun 2012 memperoleh penghargaan dari Menteri PAN dan Reformasi Birokrasi dengan nilai 79,54 dengan predikat A atau sangat baik. BPK menempati peringkat pertama dari semua kementerian dan lembaga;
  7. BPK menerima penghargaan dari Komisi Informasi Pusat sebagai Badan Publik Pusat terbaik ke-4 dalam pelaksanaan Undang Undang No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik;
  8. Sistem Manajemen Mutu Pusdiklat BPK memperoleh sertifikat ISO 9001 pada tahun 2012;
  9. BPK memprakarsai pembentukan ASEANSAI pada bulan November 2011 dan terpilih sebagai Ketua ASEANSAI yang pertama;
  10. BPK resmi menjadi Ketua WGEA INTOSAI pada tahun 2013 dan memimpin berbagai kegiatan di bidang pemeriksaan lingkungan hidup;
  11. BPK terlibat penuh dalam pembuatan pedoman pemeriksaan yang digunakan oleh INTOSAI.

Mengakhiri Sambutan ini, Ketua BPK RI berpesan kepada seluruh jajaran BPK RI untuk selalu menjunjung tinggi independensi, integritas, dan profesionalisme. “BPK harus memaksimalkan kemampuannya melakukan monitoring dan pemeriksaan melalui pusat data BPK dan e-audit sehingga BPK ada di mana-mana, dan di mana-mana ada BPK”, ujar Sunarto membacakan Pidato Ketua BPK.

“Dirgahayu BPK RI ke-67, Disini ada BPK, Disana ada BPK, Dimana-mana ada BPK, BPK Satu, BPK JAYA….”

DSC_4818