Keuangan Bantul WTP, Pengakuan Nyata

12/02/2014 – 11:33

BANTUL (KR) – Pengakuan nyata dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) yang menyatakan laporan keuangan Pemkab Bantul mendapat opini[1] Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), merupakan salah satu prestasi yang membanggakan bagi Kabupaten Bantul saat berusia 182 tahun. Selain itu masih banyak lagi prestasi lain.

“Tugas kami sekarang mempertahankan prestasi ini,” kata Bupati Bantul Sri Surya Widati dalam sambutannya pada upacara Hari Jadi ke-182 Bantul di Lapangan Trirenggo, Sabtu (20/7). Sebagai inspektur upacara (Irup), Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Upacara dihadiri Ketua MPR RI Sidarto Danusubroto, Ketua DPRD DIY Yoeke Agung Indra Laksana, Direktur PT BP Kedaulatan Rakyat dr. Gun Nugroho Samawi dan tamu undangan dari luar kabupaten, provinsi bahkan luar negeri.

Prestasi lain yang harus dipertahankan, lanjut Bupati Bantul, adalah di bidang pendidikan, di mana kelulusan UAN tingkat Sekolah Menengah Atas mencapai 100%, artinya seluruh siswa lulus.

Selain itu, lanjutnya, dalam kurun waktu 2012-2013 banyak prestasi lain yang berhasil diraih Bantul. Diantaranya Indonesia MDGs[2] Award 2012 untuk diversifikasi[3] pangan dalam rangka pemberdayaan masyarakat miskin, Penanggulangan Demam Berdarah serta program Bank Sampah, penghargaan Energi Prabawa[4] Tahun 2012 untuk pengembangan dan pemanfaatan energi baru terbarukan, khususnya kincir angin dan surya sel di sepanjang pantai selatan, serta pelestarian vegetasi[5] kawasan hutan.

Dalam upacara kemarin juga diberikan 11 penghargaan bagi sejumlah prestasi Bantul. Di antaranya keberhasilan pendidikan dengan (UN) 100 Persen untuk Dewan Pendidikan, penghargaan WTP untuk  Inspektorat, penghargaan pasar bersih untuk beberapa pengelola dan pedagang pasar dari Pasar Imogiri dan Pasar Gathak.

Upacara berlangsung di bawah panas terik matahari di bulan puasa. Namun hal itu tidak mengurangi semangat ribuan peserta. Warna-warni busana Jawa yang dipakai seluruh peserta upacara menandakan warga Bantul cinta tradisi dan berkomitmen melestarikan budaya Jawa. Dalam kesempatan itu juga dinyanyikan Panembrama Mahargya Ambal Warsa Kaping 182 serta disajikan tari montro oleh 29 penari.

Dalam pelaksanaan upacara, seluruh rantaman adicara menggunakan bahasa Jawa. Sri Sultan Hamengku Buwono X yang dalam sambutannya menggunakan bahasa Jawa, juga memberikan apresiasi terhadap kegiatan yang dilakukan Bantul, terutama upacara yang sarat dengan nuansa Jawa.

Menurut Sri Sultan, pemberdayaan masyarakat yang dilakukan Bantul sangat bermanfaat untuk menunjang kesejahteraan warga. Untuk itu pihaknya sangat mendukung penuh pemberdayaan-pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Bantul.

Selain itu, pembagian paket sembako di saat harga sembako membumbung tinggi, dinilai merupakan ide cemerlang, kaitannya membantu warga miskin. Sultan juga berpesan kepada Bantul untuk terus meningkatkan daya saing terutama dalam bidang peningkatan perekonomian warga. (Aje/Roy)-f

Sumber: Kedaulatan Rakyat, 21 Juli 2013

Catatan:

Berdasarkan Penjelasan Pasal 16 ayat (1) Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara, opini merupakan pernyataan profesional pemeriksa mengenai kewajaran informasi keuangan yang disajikan dalam laporan keuangan yang didasarkan pada kriteria:

  1. kesesuaian dengan standar akuntansi pemerintahan;
  2. kecukupan pengungkapan (adequate disclosures);
  3. kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan; dan
  4. efektivitas sistem pengendalian intern.

Terdapat 4 (empat) jenis opini yang dapat diberikan oleh pemeriksa, yakni:

  1. opini wajar tanpa pengecualian (unqualified opinion);
  2. opini wajar dengan pengecualian (qualified opinion);
  3. opini tidak wajar (adversed opinion); dan
  4. pernyataan menolak memberikan opini (disclaimer of opinion).


[1] Berdasarkan Pasal 1 angka 1 Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara, opini adalah pernyataan profesional pemeriksa mengenai kewajaran informasi keuangan yang disajikan dalam laporan keuangan.

[2] Millenium Development Goals atau Tujuan Pembangunan Milenium.

Tujuan Pembangunan Milenium menuju tahun 2015 adalah (i) menanggulangi kemiskinan dan kelaparan; (ii) mencapai pendidikan dasar untuk semua; (iii) mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan; (iv) menurunkan angka kematian anak; (v) meningkatkan kesehatan ibu; (vi) memerangi HIV/AIDS, Malaria, dan penyakit menular lainnya; (vii) memastikan kelestarian lingkungan hidup; dan (viii) mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan. (http://www.undp.org/content/undp/en/home/mdgoverview/).

[3] Diversifikasi adalah penganekaragaman. (KBBI).

[4] Penghargaan Energi Prabawa diberikan kepada Instansi Pemerintah dan Pemerintah Daerah yang berjasa luar biasa dan dapat dijadikan panutan, pelopor serta memiliki komitmen yang tinggi untuk berpartisipasi aktif mengkampanyekan secara terus menerus dan/atau memacu program dan kegiatan usaha pengembangan, penyediaan dan pemanfaatan energi dengan prinsip konservasi dan/atau diversifikasi, sehingga terwujud produk nyata secara fisik yang merupakan hasil inovasi dan pengembangan teknologi baru, berdampak besar dan positif terhadap pembangunan maupun peningkatan peran dan kinerja Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral, Masyarakat, Bangsa dan Negara dalam pengelolaan energi yang berkelanjutan dan efisien.

(http://www.litbang.esdm.go.id/index.php?option=com_content&view=article&id=160%3Apenghargaan-energi-prabawa&catid=89%3Apenghargaan-energi&Itemid=1).

[5] Vegetasi adalah kehidupan (dunia) tumbuh-tumbuhan atau (dunia) tanam-tanaman. (KBBI).