Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI Ke-68

17/08/2013 – 15:24

Tepat 68 tahun yang lalu, Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dikumandangkan oleh Insinyur Soekarno ke seluruh dunia. Pada hari ini Sabtu tanggal 17 Agustus 2013, seluruh bangsa Indonesia memperingatinya untuk mengenang jasa – jasa para pahlawan yang telah memerdekakan Indonesia. Tak terkecuali seluruh pegawai di lingkungan BPK RI Perwakilan DIY dan Balai Diklat melaksanakan upacara bendera di halaman Kantor Perwakilan. Bertindak selaku pembina upacara adalah Kepala Perwakilan Sunarto dan komandan upacara Sugeng Sudiantoro.

Dalam sambutan Ketua BPK RI yang dibacakan oleh Kepala Perwakilan disampaikan bahwa walaupun bangsa Indonesia telah meraih banyak kemajuan tetapi masih banyak persoalan yang harus dihadapi, seperti belum meratanya pembangunan infrastruktur; akses terhadap pendidikan dan kesehatan yang murah; penanggulangan kemiskinan dan pengangguran; dan penyakit korupsi terus berjangkit di hampir semua lapisan masyarakat baik di pemerintah maupun non pemerintah. Seluruh persoalan tersebut jika tidak ditanggulangi dapat menghambat pencapaian cita-cita para pendiri bangsa, yaitu mewujudkan kesejahteraan rakyat Indonesia.

Sebagai lembaga negara yang bertugas memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara, BPK menjadi salah satu pihak yang berperan besar dalam menjaga dan memastikan keuangan negara dipergunakan untuk sebesar-besarnya kesejahteraan rakyat. Penggunaan keuangan negara yang tidak taat aturan, semaunya sendiri, untuk kepentingan pribadi dan kelompok, dapat mengakibatkan tidak tercapainya tujuan penggunaannya. Oleh karena itu, melalui pemeriksaan yang dilakukan dengan baik, BPK dapat mendorong penggunaan keuangan negara secara transparan dan akuntabel untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat.

Dalam beberapa tahun terakhir, BPK memprioritaskan pemeriksaan keuangan karena bersifat mandatory atau harus dilakukan sebagai perintah undang-undang. BPK juga memprioritaskan pemeriksaannya pada bidang-bidang kegiatan yang rawan terjadi korupsi dan bidang-bidang yang menjadi prioritas pembangunan, seperti bidang pendidikan, kesehatan, infrastruktur, lingkungan hidup, ketahanan pangan dan penanggulangan kemiskinan.

Tantangan yang dihadapi BPK dalam pemeriksaan keuangan adalah tingginya harapan dari masyarakat yang menginginkan jika suatu entitas sudah memperoleh opini WTP maka sudah seharusnya tidak ada korupsi di entitas tersebut. Atas harapan masyarakat tersebut BPK harus meningkatkan kualitas pemeriksaan dengan meningkatkan pemahaman atas audit berbasis risiko (risk based audit /RBA) dan melaksanakannya dalam pemeriksaan. Dengan menggunakan pendekatan RBA tersebut maka pemeriksa akan mempunyai sensitivitas yang tinggi dalam mendeteksi adanya penyimpangan, termasuk jika ada indikasi korupsi.

Harus diakui bersama, permasalahan terbesar bangsa Indonesia saat ini adalah berjangkitnya penyakit korupsi yang sudah mewabah dimana-mana. Oleh karena itu, BPK harus memberikan prioritas pemeriksaannya pada bidang-bidang kegiatan yang rawan terjadi korupsi. Baik sektor penerimaan maupun belanja harus mendapat perhatian seimbang dalam pemeriksaan. Kedua sektor tersebut sama-sama menjadi lahan bagi koruptor untuk mengambil keuntungan pribadi dengan mengorbankan kepentingan negara. “Seluruh jajaran pelaksana BPK, khususnya para pemeriksa, harus terus meningkatkan kemampuannya dalam mendeteksi dan menemukan kasus korupsi”, demikian salah satu kutipan di akhir pidato Ketua BPK yang dibacakan oleh Kepala Perwakilan.

Dalam acara tersebut dilakukan pemberian tanda penghargaan Satyalancana Karya Satya ke XXX, XX dan X tahun kepada 12 (dua belas) pegawai BPK RI Perwakilan Provinsi DIY. Penerima Satyalancana Karya Satya XXX Tahun adalah Dominicus Prabowo, Samto, Suprihadi dan Sumarwan. Penerima Satyalancana Karya Satya XX Tahun adalah Sandra Nursantie, Dedi Suprianto dan Sri Noerati Agustini. Sedangkan penerima Satyalancana Karya Satya X Tahun adalah Budi Raharjo, Yekti Murwani Rejeki, Retno Sri Untari, Puji Lestari dan Dwi Jayanti Anggraheni. Kegiatan Upacara Peringatan HUT RI Ke-68 tersebut agak berbeda dengan kegiatan upacara hari besar nasional lainnya, karena kegiatan tersebut diliput oleh media eletronik Jogja TV. Kegiatan upacara tersebut ditutup dengan do’a bersama.

Selain melaksanakan kegiatan upacara peringatan HUT RI Ke-68 di Kantor Perwakilan, Kepala Perwakilan juga menghadiri upacara Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI di Istana Kepresidenan Gedung Agung Yogyakarta dengan Inspektur Upacara Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengkubuwono X. Sedangkan pada sore harinya, berlokasi di tempat yang sama dilaksanakan Upacara Penurunan Bendera yang dihadiri oleh Kepala Sub Auditorat DIY, Nugroho Heru Wibowo. Rangkaian kegiatan penurunan bendera tersebut dapat disaksikan oleh masyarakat umum serta dimeriahkan dengan hiburan tiga atraksi marching band sekaligus yaitu Marching Band Citra Bahana Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Marching Band Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Marching Band Gita Dirgantara Akademi Angkatan Udara (AAU) Adisucipto.