Buka Puasa Bersama Keluarga Besar BPK RI Perwakilan Provinsi DIY

30/07/2013 – 14:03

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa” (Surat Al Baqarah:183).  Puasa (shaum) menurut Islam adalah amal ibadah yang dilaksanakan dengan cara menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa mulai terbit fajar sampai terbenam matahari disertai dengan niat karena Allah dengan syarat dan rukun tertentu. Adapun pengertian Ramadhan adalah pembakaran, istilah Ramadhan telah menjadi nama salah satu bulan dalam sistem penanggalan Hijriyah. Dengan demikian, puasa Ramadhan adalah amal ibadah yang dilakukan dengan cara menahan yang khusus, yaitu menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa pada waktu yang khusus yaitu selama bulan Ramadhan mulai dari terbit fajar sampai terbenam matahari disertai niat karena Allah dengan syarat dan rukun tertentu.

Selain berpuasa, di bulan yang suci tersebut umat Islam juga diharapkan untuk lebih menjalin tali silaturahim dengan sesama. Sebagai salah satu wahana untuk mewujudkan hal tersebut, pada hari Kamis tanggal 25 Juli 2013 dengan mengambil tema “Memaknai Ramadhan dengan Kebersamaan”, Keluarga Besar BPK RI Perwakilan Provinsi DIY mengelar buka puasa bersama di Ruang Auditorium R. Soerasno dengan pembicara Ustadz Agus Taufiqurrohman.

Acara buka puasa diawali dengan sambutan oleh Kepala Perwakilan, Sunarto yang menyampaikan bahwa walaupun buka bersama ini merupakan agenda rutin tahunan, tetapi semoga selalu memberikan makna yang khusus bagi yang menjalankan ibadah puasa. Beliau juga menganalogikan bahwa berpuasa itu seperti pohon jati. Apabila musim kemarau pohon jati akan membersihkan dirinya dengan menjatuhkan daunnya dan mengganti kulitnya sehingga menjadi pohon yang lebih baik pada musim penghujan. Demikian juga kita pada bulan ramadhan berpuasa untuk menjadi lebih baik lagi di bulan selanjutnya.

Dalam tausiyahnya Ustadz dr. H. Agus Taufiqurrahman, M.Kes, Sp.S yang juga merupakan tenaga medis di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta dan Tenaga Pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia menyampaikan pentingnya ilmu dalam segala hal khususnya dalam ibadah dan hakikat puasa dalam kesehatan. Dalam sebuah hadits disebutkan “Barangsiapa yang menempuh perjalanan untuk mencari ilmu maka Allah mudahkan jalannya menuju surga” (HR. Muslim).

Dalam kaitannya dengan kesehatan, data medis menunjukkan bahwa selama bulan puasa jumlah orang sakit justru berkurang. 4 (empat) amalan di bulan ramadhan yaitu berpuasa, tilawah Al-Quran, Qiyamul Lail (sholat malam) dan bangun pagi justru menyehatkan karena meningkatkan daya tahan (imunitas) tubuh. Hal ini terjadi karena orang yang menjalankan amalan tersebut pada saat darahnya diperiksa ternyata sel kortisolnya menurun. Sel Kortisol ini dikenal juga dengan nama sel stress. Sel Kortisol yang  menurun menunjukkan bahwa yang bersangkutan dalam keadaan tenang. Leukosit pada orang yang berpuasa khususnya sel T Helper juga meningkat yang mana sel ini memainkan peran utama pada kekebalan tubuh.  Dari bukti – bukti medis tersebut maka dapat disimpulkan bahwa berpuasa mempunyai faedah yang sangat bagus bagi kesehatan tubuh. Bahkan berpuasa juga sering digunakan sebagai terapi untuk penyembuhan beberapa jenis penyakit.

 
Lihat Foto