Kepala Bidang Informasi Komunikasi Publik (IKP) Dinas Komunikasi dan Informtika (Kominfo) Gunung kidul, Supriyanto MT, mengatakan sejak tahun 2018 lalu sudah ratusan miliar dana keistimewaan digunakan untuk insfrastruktur.

Pengggunaannya untuk pembangunan jalan alternatif Gading- Ngalang yang menelan biaya Rp 115,79 miliar di antaranya dibiayai dari dana keistimewaan sebesar Rp 54,16 miliar, untuk pembuatan bagian atas jembatan Ngewot dan jalan baru sepanjang 4 km dengan lebar aspal 7,5 m, jalan Gading – Ngalang ini akan dilanjutkan sampai Tebing Breksi sepanjang 18 km dengan danais sekitar Rp 100 miliar. ”Selain ratusan miliar juga untuk pembebasan jalur jalan lintas selatan,” kata Supriyanto MT, Jumat (25/1).

Disebutkan, selain penyambungan jalur Gading-Ngalang-Tawang-Ngoro-oro-Kalasan-Tebing Breksi-Prambanan, pada tahun 2019 ini danais akan membiayai revitalisasi Bangsa Sewokoprojo, penataan kawasan Sokoliman Desa Bejiharjo kecamatan Karangmojo, Pembebasan lahan untuk jalur jalan lintas selatan.

Menurut Supriyanto, mekanismenya Pemkab mengusulkan program tersebut kepada Gubernur DIY. Selanjutnya turun lewat Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Dinas Kebudayaan, Setda Bagian Organisasi, Bagian Pemerintah Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan pemukiman (DPUPRKP) Gunungkidul serta Dinas Pertahanan dan Tata Ruang. “Intinya danais sangat bermanfaat serta mendukung percepatan pembangunan di Gunung kidul,” tambahnya.

Selengkapnya: Tautan