Pengerjaan yang masih tersisa yaitu pembangunan crossing.

Pemerintah Kota Yogyakarta terus mempercepat penyelesaian revitalisasi trotoar dan boulevard di kawasan cagar budaya Kotabaru. Penyelesaiannya pun sudah hampir rampung dan ditargetkan akan selesai pada pertengahan Desember 2018.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPKP) Kota Yogyakarta Umi Akhsanti menuturkan, secara kontrak memang proses pengerjaan revitalisasi tersebut harus selesai pada 23 Desember untuk trotoar dan 24 Desember untuk pengerjaan boulevard. Namun, ia optimistis pengerjaan tersebut dapat diselesaikan sebelum tenggat waktu yang ditetapkan.

“Kalau pedestrian kira-kira sudah 80 persen untuk kiri dan kanan jalan. Kalau untuk boulevardnya kira-kira sudah 40 persen dan saat ini untuk kiri kanan itu masih kita kerjakan,” kata Umi kepada Republika, Selasa (30/10).

Saat ini, pengerjaan yang masih tersisa yaitu pembangunan crossing yang dilengkapi untuk penyeberangan bagi penyandang disabilitas.

“Kalau crossing itu nanti mereka yang pakai kursi roda juga bisa menyeberang. Kan biasanya kalua kursi roda susah karena tidak ada turunannya (dari trotoar menuju jalan), kalua sekarang sudah ada. Biasanya kalua pedestrian yang lama kan naik dia, kira-kira 15 sentimeter,” katanya menambahkan.

Revitalisasi trotoar dan boulevard Kotabaru ini sudah diajukan sejak awal Juli 2018 lalu. Pembangunannya tidak menggunakan APBD, namun menggunakan Dana Keistimewaan DIY. Total Rp11,5 miliar yang dikucurkan untuk revitalisasi ini, dengan rinciannya untuk trotoar dianggarkan sebesar Rp9,5 miliar dan 2 miliar untuk boulevard.

Lebar trotoar yang direvitalisasi sendiri mencapai 2,5 meter. Sementara panjangnya mencapai 500 meter untuk tiap sisi kiri dan sisi kanan trotoar. Untuk boulevard, ada empat boulevard yang dibangun. Tiap boulevard akan dilengkapi dengan taman kecil yang diisi dengan tanaman perdu.

Walaupun begitu, masih ada beberapa hambatan yang terjadiselama proses pengerjaan yang dilakukan. Namun, ia tetap optimistis akan tetap selesai bahkan sebelum target yang ditetapkan.

“Kalau secara kontrak memang ditargetkan akhir Desember. Tapi kalua secara pengerjaan Insya Allah kita bisa selesaikan pertengahan Desember,” ujarnya.

Hambatan tersebut diantaranya dalam pembangunan saluran drainase disepanjang trotoar tersebut. Sebab, setiap 20 meter saluran drainase harus dibangun sumur resapan. Ada 25 sumur resapan yang dibangun di sepanjang trotoar Kotabaru.

“Supaya airnya mengalir dan kalua sudah penuh kan baru dibuang ke sungai. Dan ini untuk Konservasi air di Kota Yogya. Itu per 20 meter kita bangun, kata Umi.

Tidak hanya itu, pemindahan tiang listrik juga masih ada yang belum selesai. Salah satunya tiang listrik milik PLN yang amna pemindahannya harus dilakukan oleh pihak PLN.

“Tiang PLN yang menggeser harus PLN, dan itu harus ada pemadaman (listrik). Pemadaman tidak boleh lebih dari tiga jam dan satu minggu hanya boleh dua kali. Itu yang bikin di sini belum selesai,” ujarnya.

Sementara itu, tiang listrik milik Telkom telah selesai dipindahkan. Namun, pekerjaan lain yang juga menyita waktu yaitu penggeseran kabel alat pemberi isyarat lalu lintas (Apill) ATCS yang harus dilakukan dengan Dinas Perhubungan (Dishub).

Selain itu, hambatan lainnya yang terjadi juga pengerjaannya yang tidak bisa dimaksimalkan pada siang hari. Sebab, kondisi lalu lintas yang padat mengharuskan pengerjaan tidak maksimal.

“Kalau siang pengerjaan yang kecil-kecil saja. Kalau pengerjaan pakai alat berat malam. Itu untuk mengantisipasi supaya tidak terlalu sering terjadi kemacetan saja. Kalau malam mulainya jam 10 malam,” ujarnya.

Kepala Dinas PUPKP Kota Yogyakarta, Agus Tri Haryono, mengatakan penggeseran kabel Apill ATCS akan dilakukan pekan ini. “Kabel hanya digeser sedikit saja. Dishub akan mendukung dan tidak keberatan untuk dipindahkan. Kan yang penting untuk Yogyakarta,” katanya.

Ia menjelaskan penggeseran kabel itu tidak membutuhkan waktu lama. Dalam pekan ini, penggeseran kabel-kabel yang menghambat proses revitalisasi akan segera diselesaikan dengan berkoordinasi dengan Dishub DIY. Kemarin dari Bina Marga sudah koordinasi,” katanya.

Biaya pengerjaan, lanjutnya, ditanggung oleh Pemerintah Kota Yogyakarta. Sebab, seluruh pembiayaan revitalisasi termasuk pemindahan kabel berada di bawah kendali Pemkot.

“Itu cuma digeser sedikit saja dan dari Dinas Provinsi itu tak masalah. Tetapi semua biaya pemindahan kabel itu semua dipindahkan oleh Pemkot karena anggarannya di kota,” katanya.

Sebelumnya diberitakan pekerjaan fisik revitalisasi trotoar dan boulevard di kawasan cagar budaya Kotabaru Yogyakarta berjalan sesuai tata kelola yang ditetapkan, dan saat ini sudah mencapai lebih dari 80 persen untuk revitalisasi trotoar.

(sumber berita : Republika 31/10/2018 hal 22)

Selengkapnya: Tautan