• BIAYA OPERASIONAL

Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panembahan Senopati Bantul menjalin kerja sama dengan salah satu bank untuk dana talangan sebagai solusi keterlambatan pancairan klaim dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJSK).

  • Kerja sama dengan bank sebagai solusi keterlambatan pencairan klaim dari BPJSK.
  • Hesti mengatakan setiap pengajuan klaim dari rumah sakit membutuhkan verifikasi untuk validasi klaim.

“Kami sudah membicarakan syarat dan bunga untuk menggunakan dana talangan dengan bank yang ditunjuk untuk mencairkan klaim BPJS,” kata Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSUD Panembahan Senopati Bantul, Agus Budi Raharja, Rabu (3/10).

Agus mengatakan kerja sama dengan bank ini sebagai solusi keterlambatan pencairan klaim dari BPJSK. Pasalnya sejak Juli-September tahun ini klaim BPJSK belum cair, meski pengajuan klaim sudah diajukan sampai Agustus lalu.

Sementara operasional rumah sakit harus jalan terus, tidak boleh terganggu. Di sisi lain, dana cadangan devisa rumah sakit sudah habis untuk menutupi keterlambatan pencairan klain pada April-Juli. Selain itu utang obat dan rehab rumah sakit juga terpaksa harus ditahan sebagian untuk biaya operasional. “Peluru kami sudah habis-habisan,” ucap Agus.

Total pasien RSUD Panembahan Senopati rata-rata per hari mencapai 700-800 pasien. Sebanyak 90% adalah pasien jaminan. Sementara tagihan bulanan mencapai Rp. 8 miliar- Rp. 9 miliar. Jika keterlambatan tiga bulan maka total tagihan mencapai sekitar Rp. 26 miliar.

Agus berharap kerja sama dengan bank dalam peminjaman dana talangan dapat mengurangi beban rumah sakit. Sebab pelayanan rumah sakit harus tetap berjalan meski ada persoalan keuangan.

Sementara itu, Kepala Cabang BPJSK Jogja, Dwi Hesti Yuniarti belum bisa dimintai konfirmasi terkait masih terjadinya keterlambatan dalam pencairan BPJSK di RSUD Panembahan Senopati. Namun sebelumnya, Hesti mengatakan setiap pengajuan klaim dari rumah sakit membutuhkan verifikasi untuk validasi klaim. Ketika data sudah tervalidasi maka pihak rumah sakit tinggal menunggu transfer dana.

Selengkapnya: Tautan