Bupati Gunungkidul Badingah mengimbau masyarakat desa agar tidak memilih calon kepala desa yang menggunakan politik uang.

Pemilihan kepala desa di Gunungkidul sendiri akan diselenggarakan pada Oktober 2018 mendatang dengan total 30 desa yang akan melaksanakan pilihan kepala desa.

“Jangan pilih kepala desa yang terindikasi menggunakan politik uang jika pada awalnya mereka mengeluarkan uang untuk pemilihan nantinya kalau terpilih akan menginginkan modalnya kembali,” kata bupati, Selasa (14/8/2018).

Ia mengatakan selain tidak memilih calon kepala desa yang berpolitik uang, ia juga mengimbau masyarakat agar menelusuri latar belakang calon kepala desa.

“Telusuri rekam jejaknya, apakah calon kepala desa aktif di masyarakat atau tidak itu juga penting untuk dipertimbangkan, jika tidak aktif buat apa dipilih,” katanya.

Ia mengatakan saat ini gencar mengedukasi masyarakat Gunungkidul terkait pilihan kepala desa bahkan pemilu 2019 mendatang.

“Pilihan kepala desa adalah awal dari edukasi politik dimasyarakat, karena tahun depan adalah tahun politik,” katanya.

Sementara itu satu diantara calon kepela desa Ngawu, Kecamatan Playen Suharjono mengatakan setuju dengan pendapat bupati terkait dengan imbauan jangan memilih kades yang mempraktekkan politik uang.

“Pilkades adalah proses demokrasi di tingkat bawah memahami sepak terjang calon kepala desa (cakades) penting, apakah pernah bermasalah dengan hukum, atau menghalalkan politik uang,” tuturnya.

Selengkapnya: jogja.tribunnews.com