Meskipun telah melakukan pembebasan lahan untuk pembangunan sirkuit berlevel nasional terancam batal karena kekurangan dana, rencana awal sirkuit akan dibangun di Padukuhan Kenteng, Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu.

Hal tersebut diungkapkan oleh Sekda Gunungkidul Drajad Ruswandono, Jumat (10/8/2018). “Sejak awal rencana pembangunan sirkuit tersebut bersifat politis,” tuturnya.

Ia memaparkan pemilihan lokasi yang berada di Semanu dirasa kurang sesuai dengan perencanaan awal Pemerintah Kabupaten Gunungkidul.

“Rencana awal kami adalah membangun sport center yang lengkap serta terpadu, dalam satu lokasi dapat digunakan bermacam-macam cabang olahraga seperti panahan, dan juga ada sirkuit didalamnya,” katanya

Ia mengatakan lokasi sport center tersebut tidak jauh dari stadion Gelira Handayani, sedangkan pembangunan di Semanu tidak sesuai rencana.

“Untuk pembangunan sirkuit masih kurang pembebasan lahannya seluas 2 hektar, kita masih belum mengetahui kedepannya bagaimana,”katanya.

Ketidakjelasan proyek sirkuit tersebut mendapatkan perhatian dari kalangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Ketua komisi C DPRD Gunungkidul, Purwanto mengatakan mengatakan proyek pembangunan sirkuit tersebut harus segera direalisasi.

“Sirkuit ini akan sangat berguna bagi para masyarakat Gunungkidul,” katanya.

Purwanto mengatakan selain untuk tempat bagi oara penggemar otomotif sekaligus mengurangi balapan liar sirkuit yang berstandar nasional ini dapat menggerakkan roda ekonomi masyarakat.

“Selain itu sirkuit ini dapat mendatangkan wisatawan,” imbuhnya.

Disinggung mengenai pembiayaan sirkuit pihaknya mengakui bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tidak akan dapat mencukupi.

“APBD bukan menjadi masalah kita dapat mengajukan pembiayaan dari APBD Propinsi, melalui danais maupun APBN dari Kemenpora,” tuturnya.

Purwanto mengatakan Pemkab jika mau berusaha dapat membiayai proyek tersebut karena masih ada banyak pos anggaran.

“Harapan kami pemkab bersama DPRD Gunungkidul dapat bekerjasama untuk pembangunan sirkuit ini paling tidak ada tahun 2019 dapat terealisasi. Serta undang ahli dalam hal perencanaan agar pembangunan inisesuai dengan rencana awal,” katanya.

Selengkapnya: jogja.tribunnews.com