KINERJA PEMERINTAH

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wates menargetkan meraih penghargaan sebagai organisasi perangkat daerah (OPD) dengan peringkat Wilayah Bersih dan Melayani (WBBM) dari Kementrian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Ombudsman.

Direktur RSUD Wates, Lies Indriyati, mengungkapkan target tersebut telah ditetapkan oleh Bupati Kulonprogo, setelah pada 2017 RSUD meraih penghargaan Wilayah Bebas Korupsi (WBK), “Ternyata WBK belum cukup, ada dua institusi yang menjadi role model di Kulonprogo, yakni RSUD Wates dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil [Disdukcapil] Kulonprogo,” kata dia, Senin 96/80.

Lies menyatakan untuk meraih target tersebutjajarannya telah mengajak seluruh pihak di internai RSUD Wates untuk terus mengembangkan kinerja dan meningkatkankompetensi pelayanan dengan birokrasi bersih dan melayani. “Kami minta untuk menunjukkan pelayananyang sungguh-sungguh dan membuat pelanggan nayaman. Selain itu kami juga melakukan penguatan informasi dan teknologi,” ujarnya.

Untuk peningkatan pelayanan, mulai tahun ini RSUD Wates melakukan pembangunan besar-besaran menggunakan anggaran total sekitar Rp270 miliar. Lewat pembangunan itu, RSUD mengupayakan untuk mendekatkan sejumlahpelayanan esensialdalam satu gedung bagi pasien termasuk menambahkan beberapa fasilitas yang saat ini belum tersedia dan menambah jumlah kamar rawat inap.

Wakil Direktur Pelayanan RSUD Wates, Agung Sugiharta, menyatakan salah satu pelayanan dengan menerapkaninformasi dan teknologi di RSUD Wates adalah pendaftaran pasien secara daring. Hanya saja, ia mengakui konsep pendaftaran secara daring ini menemui kendala teknis dan kekurangan dalam penerapannya. Kasus yang menonjolada banyak pasien berusia tua dan dari wilayah yang jauh dari Wates [Samigaluh, Kalibawang, Girimulyo dan sekitarnya]harus mengantre lebih lamakarena kalah dengan pasien yang berusia lebih muda namun sudah akrab dengan IT dan mendaftar secara daring.

“Padahal mereka sudah dating dan mengantre sejak pagi, kami tidak tega melihatnya. Tapi masalahnya, yang lain sudah mendaftar lewat daring. Nah ini menjadi pekerjaan rumah kami untuk mencari solusinya,” katanya.

Selengkapnya: Tautan