KLAIM 18 MILIAR BELUM DIBAYAR

Besaran klaim Rumah Sakit Umum Daerab (RSUD) Panembahan Senopati Bantul terhadap BPJS Kesehatan hingga April hingga Mei 2018 menembus angka Rp 18,07 miliar. Namun sampai sekarang belum dicairkan, akibatnya RSUD punya rencana mengajukan hutangan ke perbankan sebagai solusi menutup biaya operasional rumah sakit. Hal ini karena dana cadangan milik rumah sakit sudah tidak mampu membiayai operasional.

Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSUD Panembahan Senopati Bantul Agus Budi Raharja, Senin (30/7) menjelaskan klaim bulan April 2018 mestinya dicairkan pada pertengahan Juli, tetapi minta diundur pertengahan Agustus 2018 sebesar Rp 7 miliar, dari klaim sebesar Rp 9 miliar. ”Saya tidak tahu seperti apakah mundur lagi atau tidak, jika mundur kita semakin berat” njanya.

Agus mengatakan secara keseluruhan.klaim BPJS mulai bulan April hingga Juni mencapai 26 miliar lebih.            Dengan posisi itu sebenarnya sangat menguras cadangan uang milik rumah sakit. Menurutnya, setiap bulan rumah sakit harus mengeluarkan cadangan dana minimal Rp 8 miliar untuk menutup operasional rumah sakit. “Operasional itu mulai dari kebutuhan obat, biaya listrik, air dan lain-lain. Sementara pendapatan dari rumah sakit setahun hanya Rp 20 miliar,” imbuhnya.

Merujuk data yang ada, hampir 90 persen pasien yang berobat rawat inap dan rawat jalan mayoritas memanfaatkan fasilitas BPJS kesehatan. Sedang rata-rata pasien setiap hari yang dilayani mencapai 700 hingga 800 orang. ’’Persentasenya di angka 10 persen saia pasien yang langsung membayar dan jumlah nominal uangnya sangat kecil. Bahkan dalam tiga bulan terakbir, rumah sakit melakukan efisiensi dengan membelanjakan kebutuhan esensial,” katanya. Oleb karena itu, sebagai antisipasi kemunduran pembayaran klaim dari BPJS, RSUD berencana meminjam utang ke bank. Terutama perbankan yang punya program jaminan BPJS dengan agunan klaim rumah sakit kepada BPJS. ”Kita siap membayar bunga banknya dan bisa memanfaatkan biaya denda yang dibayarkan BPJS kepada rumah sakit, sehingga rumah sakit tak perlu kcluar uang lagi,” jelasnya.

Selengkapnya: Tautan