PENATAAN LAGUNA DEPOK

Penataan kawasan Laguna Depok dimulai September mendatang. Untuk perencanaan yang kini memasuki tahap lelang, Pemerintah Kabupaten Bantul sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp8,2 milar.

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata, Dinas Pariwisata Bantul, Bangun Rahino mengatakan anggaran sebesar Rp8,2 miliar tersebut bersumber dari dana keistimewaan (danais). Dana itu, kata dia akan difokuskan untuk membangun kawasan kuliner dan kios kerajinan khas Bantul, gazebo, dan peluasan lahan parkir.

Seiain itu, dia juga mengatakan kawasan kuliner akan terpusat dalam satu gedung dengan desain dapur yang berjejer. “Semoga Agustus sudah ada pemenang lelangnya, sehingga awal September penataan Laguna Depok sudah bisa dimulai,” kata Bangun, Minggu (15/7).

Selain pusat kuliner, di Pantai Depok yang mampu menampung sekitar 300 pedagang pindahan dari sekitar pantai, Pemkab Bantul diakui Rahino juga akan memfasilitasi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Laguna Depok untuk membangun pasar yang khusus beroperasi pada akhir pekan dan liburan. Rencananya, pasar kuliner tradisional itu akan dibiayai oleh anggaran dari Dispar Bantul sekitar Rp50 juta.

“ Jadi nanti pusat kuliner ada dua. Satu khusus masakan olahan ikan, satu lagi khusus olahan makanan tradisional yang dikelola pokdarwis, “ kata Bangun.

Kepala Dinas Pariwisata Bantul, Kwintarto Heru Prabowo mengatakan untuk menata. Sepanjang kawasan Pantai Parangtritis-Pantai Depok membutuhkan anggaran sekitar Rp52 miliar. Anggaran tersebut tidak memungkinkan untuk dipenuhi dalam satu tahun anggaran, sehingga penataan perlu, bertahap.

Dia menginginkan kawasan wisata Parangtritis nantinya akan menjadi objek wisata berkelas internasional mulai dari fasilitas hingga atraksi wisata yang disajikan. Di kawasan wisata tersebut terdapat arena olah raga internasional yang bisa dikemas menjadi daya tarik wisata, di antaranya olahraga dayung yang rutin digelar setiap tahun, serta wisata gumuk pasir yang bisa menarik wisatawan dari negara- negara timur tengah.

“Bantul akan menjadi kawasan wisata internasional yang dimulai dari Parangtritis,” kata Kwintarto, beberapa waktu lalu. Dinas Pariwisata Bantul juga berencana mendatangkan artis-artis berkelas internasional ke Bantul, namun masih terkendala fasilitas.

Selengkapnya : Tautan